Jumat, 07 Februari 2020

Halaqah 02 Silsilah Belajar Tauhid – Tauhid Syarat Mutlak Masuk Surga

Filled under:

📘 Silsilah Ilmiyyah 1 Belajar Tauhid
🔊 Halaqah 02 ~ Tauhid Syarat Mutlak Masuk Surga


بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang kedua dari Silsilah Belajar Tauhid, tauhid adalah syarat mutlak masuk ke dalam surga.

💚 Saudaraku, orang yang menginginkan kabahagiaan di surga maka dia harus memiliki modal yang satu ini, yaitu modal BERTAUHID, tidak akan masuk ke dalam surga kecuali orang-orang yang bertauhid meskipun terkadang dia di adzab sebelumnya ke dalam neraka karena dosa yang dia lakukan.

 Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَأَنَّ عِيْسَى عَبْدُ الله وَرَسُوْلُهُ، وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوْحٌ مِنْهُ وَالْجَنَّةَ حَقٌّ وَالنَّارَ حَقٌّ أَدْخَلَهُ الله الجَنَّةُ عَلَى مَا كَانَ مِنَ الْعَمَلِ

’’Barang siapa yang  bersaksi  bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allāh, tidak ada sekutu bagiNya dan bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hambaNya dan juga RasulNya dan bersaksi bahwasanya ‘Isa adalah hamba Allāh dan juga RasulNya dan kalimatNya yang Allāh tiupkan kepada Maryam dan ruh dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla dan bersaksi bahwasanya surga adalah benar dan neraka adalah benar maka Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan memasukan dia ke dalam surga, sesuai dengan apa yang telah dia amalkan‘’. (HR Bukhari Muslim)

 Dalam hadits yang lain, Nabi  shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

فَإِنَّ الله قَدْ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله . يَبْتَغِى بِذَلِكَ وَجْهَ الله

“Sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah mengharamkan neraka, bagi orang yang mengatakan lā ilāha illallāh (tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allāh) yang dia mengharap dengan kalimat tersebut wajah Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
(HR Bukhori & Muslim)

💚 Ini menunjukkan kepada kita bahwasanya modal utama untuk mendapatkan surga Allāh Subhānahu wa Ta’āla adalah dengan BERTAUHID.

Itulah halaqah yang kedua dan sampai berjumpa kembali pada halaqah berikutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين

Posted By Kang Jeje15.25

Halaqah 01 Silsilah Belajar Tauhid ~ Mengapa Kita Wajib Belajar Tauhid

Filled under:

📘 Silsilah Ilmiyyah 1 Belajar Tauhid
🔊 Halaqah 01 ~ Mengapa Kita Wajib Belajar Tauhid



بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين

Kaum muslimin yang dimulyakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla, ini adalah halaqoh yang pertama dari Silsilah Belajar Tauhid yang berjudul “Mengapa Kita Harus Mempelajari Tauhid? “


🔖 Mempelajari tauhid merupakan kewajiban setiap muslim, baik laki-laki maupun wanita, karena Allāh Subhānahu wa Ta’āla menciptakan manusia dan jin adalah hanya untuk bertauhid yaitu meng-esakan ibadah kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠَﻘْﺖُ ﺍﻟْﺠِﻦَّ ﻭَﺍْﻹِﻧْﺲَ ﺇِﻻَّ ﻟِﻴَﻌْﺒُﺪُﻭﻥ

’’Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu’’. (Surat AdzDzariyaat 56)

🔖 Oleh karena itulah Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah mengutus para Rasul kepada setiap ummat tujuannya adalah untuk mengajak mereka kepada tauhid.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﺑَﻌَﺜْﻨَﺎ ﻓِﻲ ﻛُﻞِّ ﺃُﻣَّﺔٍ ﺭَﺳُﻮﻟًﺎ ﺃَﻥِ ﺍﻋْﺒُﺪُﻭﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺍﺟْﺘَﻨِﺒُﻮﺍ ﺍﻟﻄَّﺎﻏُﻮﺕَ ۖ …

’’Dan sungguh-sungguh Kami telah mengutus kepada setiap ummat seorang Rasul yang mereka berkata kepada kaumnya : ’’Sembahlah Allāh dan jauhilah thaghut’’.(Surat AnNahl 36).
❌ Makna thaghut adalah segala sesembahan selain Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

🔖 Oleh karena itu seorang muslim yang tidak memahami tauhid, yang merupakan inti dari ajaran Islam, maka sebenarnya dia tidak memahami agamanya meskipun dia telah mengaku mempelajari ilmu-ilmu yang banyak.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqoh yang pertama ini dan in syā Allāh kita bertemu kembali pada halaqoh yang ke-2.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين

Posted By Kang Jeje15.18

Silsilah Ilmiyyah 1 Belajar Tauhid

Filled under:

HSI Silsilah 1 : Silsilah Ilmiyyah 1 Belajar Tauhid
Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

logo_200

 
Halaqah 1 –25

Halaqah 01 ~ Mengapa Kita Wajib Belajar Tauhid
Halaqah 02 ~ Tauhid Syarat Mutlak Masuk Surga
Halaqah 03 ~ Bahaya Kesyirikan
Halaqah 04 ~ Syirik Membatalkan Amal
Halaqah 05 ~ Taubat Dari Kesyirikan
Halaqah 06 ~ Apa Itu Tauhid
Halaqah 07 ~ Termasuk Syirik Memakai Jimat
Halaqah 08 ~ Bertabarruk (Mencari Berkah)
Halaqah 09 ~ Termasuk Syirik Besar Menyembelih Untuk Selain Allah
Halaqah 10 ~ Termasuk Syirik Bernadzar Untuk Selain Allah
Halaqah 11 ~ Ar-Ruqyah (Jampi-Jampi)
Halaqah 12 ~ Berdoa Kepada Selain Allah Termasuk Syirik Besar
Halaqah 13 ~ Syafaat
Halaqah 14 ~ Berlebihan Terhadap Orang Shalih Pintu Kesyirikan
Halaqah 15 ~ Sihir
Halaqah 16 ~ Perdukunan
Halaqah 17 ~ At-Tathoyyur (Merasa Sial Dengan Sesuatu)
Halaqah 18 ~ Meramal Nasib Dengan Bintang
Halaqah 19 ~ Bersumpah Dengan Selain Nama Allah
Halaqah 20 ~ Riya
Halaqah 21 ~ Cinta Kepada Allah
Halaqah 22 ~ Takut Kepada Allah
Halaqah 23 ~ Taat Ulama dalam Kebenaran
Halaqah 24 ~ Menyandarkan Kenikmatan Kepada Allah
Halaqah 25 ~ Ridha Dengan Hukum Allah

Posted By Kang Jeje15.08

Selasa, 04 Februari 2020

Halaqah 05 ~ Pengagungan Terhadap Ilmu Bagian 5

Filled under:

Halaqah 05 ~ Pengagungan Terhadap Ilmu Bagian 5

logo_200
Berikut ini adalah lanjutan dari poin pembahasan “20 perkara yang merupakan bentuk pengagungan terhadap ilmu”:

17. Membela ilmu dan menolongnya. 🍒

Ilmu memiliki kehormatan yang mengharuskan penuntutnya dan ahlinya untuk membela dan menolongnya bila ada yang berusaha merusaknya.
Oleh karena itu para ulama membantah orang yang menyimpang bila jelas penyimpangannya dari syari’at, siapapun dia.
Yang demikian untuk menjaga agama dan menasehati kaum muslimin.
Mereka memboikot seorang mubtadi’ yaitu orang yang membuat bid’ah dalam agama, tidak mengambil ilmu dari mereka kecuali dalam keadaan terpaksa, dan lain-lain. Semuanya dilakukan untuk menjaga ilmu dan membelanya.

18. Berhati-hati dalam bertanya kepada para ulama. 🍒

Seorang penuntut ilmu hendaknya memperhatikan 4 perkara didalam bertanya:
  • Bertanya untuk belajar, bukan ingin mengeyel.
    Karena orang yang niatnya tidak baik didalam bertanya akan dijauhkan dari berkah ilmu itu sendiri.
  • Bertanya tentang sesuatu yang bermanfa’at. 
  • Melihat keadaan gurunya,
    Tidak bertanya kepada sang guru apabila guru dalam keadaan tidak kondusif untuk menjawab pertanyaan.
  • Memperbaiki cara bertanya,
    seperti menggunakan kata-kata yang baik, mendo’akan untuk sang guru sebelum bertanya, menggunakan panggilan penghormatan, dan lain-lain.
19. Cinta yang sangat kepada ilmu. 🍒

Tidak mungkin seseorang mencapai derajat ilmu, kecuali apabila kelezatan dia yang paling besar ada di dalam ilmu. Dan kelezatan ilmu bisa didapatkan dengan 3 perkara:
  • Mengeluarkan segenap tenaganya dan kesungguhannya untuk belajar.
  • Kejujuran didalam belajar.
  • Keikhlasan niat. 
20. Menjaga waktu didalam ilmu.  🍒

Seorang penuntut ilmu tidak menyia-nyiakan waktunya sedikitpun, menggunakan waktu untuk ibadah, dan mendahulukan yang afdhal diantara amalan-amalan. Sebagian salaf dahulu ada yang muridnya membaca kitab kepada beliau sedangkan beliau dalam keadaan makan, yang demikian adalah untuk menjaga waktunya jangan sampai tersia-sia dari menuntut ilmu.

Selesai.

Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Posted By Kang Jeje18.53

Halaqah 04 ~ Pengagungan Terhadap Ilmu Bagian 4

Filled under:

Halaqah 04 ~ Pengagungan Terhadap Ilmu Bagian 4

logo_200
Berikut ini adalah lanjutan dari poin pembahasan “20 perkara yang merupakan bentuk pengagungan terhadap ilmu”:

13. Berusaha keras dalam menghafal ilmu, bermudzakarah dan bertanya. Belajar dari seorang guru tidak banyak manfa’atnya jika tidak menghafal, bermudzakarah dan bertanya. 🍒

Menghafal berkaitan dengan diri sendiri, bermudzakarah adalah mengulang kembali bersama teman, dan bertanya maksudnya adalah bertanya kepada sang guru.
Berkata Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah :
حفظنا قليلا وقرأنا كثيرا فانتفعنا بما حفظنا أكثر من انتفاعنا بما قرأنا
“Kami menghafal sedikit dan membaca banyak, maka kami mengambil manfa’at dari yang kami hafal lebih banyak daripada apa yang kami baca.”
Dan dengan mudzakarah akan hidup ilmu di dalam jiwa dan dengan bertanya akan terbuka pembendaharaan ilmu.

14. Menghormati ahli ilmu. 🍒

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ليس من أمتي من لم يجلّ كبيرنا ويرحم صغيرنا ويعرف لعالمنا حقه
“Bukan termasuk ummat ku orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda dan mengetahui haq bagi seorang ‘aalim.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam musnad beliau)
Maka seorang murid harus memiliki rasa tawaadhu’ kepada gurunya, menghadap beliau dan tidak menoleh, menjaga adab berbicara, tidak berlebih-lebihan didalam memuji beliau, mendo’akan beliau, mengucapkan terima kasih kepada beliau atas pengajaran beliau, menampakkan rasa butuhnya terhadap ilmu beliau, tidak menyakiti beliau dengan ucapan dan perbuatan, serta berlemah lembut ketika mengingatkan kesalahan beliau.
Disana ada 6 perkara yang harus dia jaga apabila melihat kesalahan seorang guru:
  • Meneliti terlebih dahulu apakah benar kesalahan tersebut keluar dari seorang guru.
  • Meneliti apakah itu memang sebuah kesalahan (dan ini tugas ahlul ‘ilmi).
  • Tidak boleh mengikuti kesalahan tersebut.
  • Memberikan ‘udzur kepada sang guru dengan alasan yang benar.
  • Memberikan nasehat dengan lembut dan rahasia.
  • Menjaga kehormatan seorang guru dihadapan kaum muslimin yang lain.

15. Mengembalikan sebuah permasalahan kepada ahlinya. 🍒

Orang yang mengagungkan ilmu mengembalikan sebuah permasalahan kepada ahli ilmu dan tidak memaksakan dirinya atas sesuatu yang dia tidak mampu, karena dikhawatirkan takut berbicara tanpa ilmu khususnya peristiwa-peristiwa yang besar yang terjadi yang berkaitan dengan urusan ummat dan orang banyak.
Mereka para ulama memiliki ilmu dan pengalaman, maka hendaklah kita husnudzan kepada mereka. Dan apabila ulama berselisih, maka lebih hati-hatinya seseorang mengambil ucapan mayoritas mereka.

16. Menghormati majelis ilmu dan kitab. 🍒
  • Hendaklah beradab ketika bermajelis,
  • Melihat kepada gurunya dan tidak menoleh tanpa keperluan,
  • Tidak banyak bergerak dan memainkan tangan dan kakinya,
  • Tidak bersandar dihadapan seorang guru,
  • Tidak bersandar dengan tangannya,
  • Tidak berbicara dengan orang yang ada di sampingnya,
  • Dan apabila bersin berusaha untuk merendahkan suaranya,
  • Apabila menguap berusaha untuk meredamnya atau menutup dengan mulutnya.
  • Dan hendaknya juga menjaga kitab dan memuliakanya,
  • Tidak menjadikan kitab sebagai tempat simpanan barang-barang,
  • Tidak bersandar di atas kitab,
  • Tidak meletakkan kitab di kakinya,
  • Dan apabila dia membaca kitab dihadapan seorang guru hendaklah dia mengangkat kitab tersebut,
  • Dan tidak meletakkan kitab tersebut di tanah.
Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Posted By Kang Jeje18.47

Halaqah 03 ~ Pengagungan Terhadap Ilmu Bagian 3

Filled under:

Halaqah 03 ~ Pengagungan Terhadap Ilmu Bagian 3

logo_200
Berikut ini adalah lanjutan dari poin pembahasan “20 perkara yang merupakan bentuk pengagungan terhadap ilmu”:

9. Sabar dalam menuntut ilmu dan menyampaikan ilmu. 🍒

Menghafal membutuhkan kesabaran, memahami membutuhkan kesabaran, menghadiri majelis ilmu membutuhkan kesabaran, demikian pula menjaga haq seorang guru membutuhkan kesabaran.
Berkata Yahya ibnu Abi Katsiirin:
لا يُسْتَطَاعُ العلمَ بِرَاحَةِ الجِسْم
“Tidak didapatkan ilmu dengan badan yang berleha-leha.”
Demikian pula menyampaikan dan mengajarkan perlu kesabaran, duduk bersama para penuntut ilmu perlu kesabaran, memahamkan mereka perlu kesabaran, demikian pula menghadapi kesalahan-kesalahan mereka perlu kesabaran.

10. Memperhatikan adab-adab ilmu. 🍒

Ilmu yang bermanfaat didapatkan diantaranya dengan memperhatikan adab. Dan adab disini mencakup adab terhadap diri didalam pelajaran, adab terhadap guru dan teman dan lain-lain.
Orang yang beradab didalam ilmu berarti dia mengagungkan ilmu, maka dia dipandang sebagai seorang yang berhaq untuk mendapatkan ilmu tersebut.
Adapun orang yang tidak beradab maka dikhawatirkan ilmu akan sia-sia bila disampaikan kepadanya.
Berkata Ibnu Siirin:
كانوا يتعلمون الهَدْيَ كما يتعلمون العل
“Dahulu mereka mempelajari adab sebagaimana mereka mempelajari ilmu.”
Bahkan sebagian salaf mendahulukan mempelajari adab sebelum mempelajari ilmu dan banyak diantara penuntut ilmu yang tidak mendapatkan ilmu karena dia menyia-nyiakan adab.

11. Menjaga ilmu dari apa yang menjelekkannya Hendaknya seorang penuntut ilmu menjaga wibawanya.🍒

karena apabila dia melakukan sesuatu yang merusak wibawanya sebagai seorang penuntut ilmu berarti dia telah merendahkan ilmu. Seperti terlalu banyak menoleh dijalan, berteman akrab dengan orang-orang faasik dan lain-lain.

12. Memilih teman yang shaalih 🍒

Seorang penuntut ilmu perlu teman yang membantu untuk mendapatkan ilmu dan bersungguh-sungguh. Teman yang tidak baik akan memberi pengaruh yang tidak baik.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الرجل على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل
“Seseorang berada diatas agama teman akrabnya, maka hendaklah salah seorang diantara kalian melihat dengan siapa dia berteman akrab.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh Abu Daud, dan At-Tirmizi)

Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Posted By Kang Jeje18.44

Halaqah 02 ~ Pengagungan Terhadap Ilmu Bagian 2

Filled under:

Halaqah 02 ~ Pengagungan Terhadap Ilmu Bagian 2

logo_200
Berikut ini adalah lanjutan dari poin pembahasan “20 perkara yang merupakan bentuk pengagungan terhadap ilmu”:

5. Menempuh jalan yang benar dalam menuntut ilmu agama. 🍒

Orang yang salah cara dalam menuntut ilmu maka dia tidak akan mendapatkan keinginannya, atau mendapatkan sedikit disertai rasa lelah yang sangat.
Dan cara yang benar didalam mempelajari satu cabang ilmu: Menghafal sebuah matan kitab yang menyeluruh dan dia mengumpulkan perkara-perkara yang raajih atau yang dikuatkan menurut para ulama dibidang tersebut. Mempelajari ilmu tersebut dari seorang yang ahli yang bisa dijadikan teladan dan dia mampu mengajar.

6. Mendahulukan ilmu yang paling penting kemudian yang setelahnya dan setelahnya. 🍒

Dan ilmu yang paling penting adalah ilmu yang berkaitan dengan ibadah seseorang kepada Allah. Yang berkaitan dengan ‘ubudiyah seseorang kepada Allah ‘azza wajalla, seperti: ilmu ‘aqidah, tata cara wudhu, tata cara shalat dan lain-lain.

7. Bersegera untuk mendapatkan ilmu dan memanfaatkan waktu muda, karena waktu muda adalah waktu yang emas untuk mempelajari ilmu agama. 🍒 

Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah:
العلم في الصغر كالنَقْش في الحجر
Artinya: “Menuntut ilmu diwaktu kecil seperti mengukir di batu”.
Adapun apabila sudah tua maka kebanyakan manusia akan memiliki banyak kesibukan, pikiran dan memiliki banyak koneksi.
Kalau dia bisa mengatasi itu semua maka in sya Allah dia mendapatkan ilmu.
Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dahulu mempelajari agama dan mereka sudah berumur.

8. Pelan-pelan didalam menuntut ilmu. 🍒

karena menuntut ilmu tidak bisa dilakukan serta merta sekali jalan, tetapi diambil ilmu secara pelan-pelan dengan memulai kitab-kitab yang ringkas, menghafal dan memahami maknanya dan jangan kita memulai menuntut ilmu dengan membaca kitab-kitab yang panjang.

Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Posted By Kang Jeje18.25